Hari Ini Tanpa Mama


            Baru saja aku kembali dari pemakaman. Ku sadari Mama sudah benar-benar tidak ada di rumah. Mataku menatap disekitar dinding. Kusadari rumah ini  benar-benar telah sepi. Rasa kehilangan yang tak dapat diungkapkan. Aku berlari menuju kamar, mengusap buliran air mata yang menetes dengan punggung tanganku. Kerudung hitam masih aku kenakan pertanda kesedihanku yang belum dapat terhapuskan. Pipiku masih basah dan tak dapat kuhentikan isak tangisku.
            Semua yang terekam berputar bagai kaset yang sedang diputar. Aku masih ingat saat-saat itu. Saat dimana sosok Mama begitu kental di hari-hariku. Ya, dulu saat pulang sekolah, Mama selalu tersenyum hangat di depan pintu ketika aku membuka sepatu yang aku kenakan. Menyajikan berbagai aneka sayur kesukaanku. Lalu kami bercanda gurau bersama.
            Saat aku menginjak 17 tahun, Mama memberiku kado yang sangat spesial. Dari pagi hingga terbenam matahari tak henti-hentinya ia memasak untukku. Dari membuat nasi bungkus sebagai rasa wujud syukurnya hingga cake bolu yang begitu sempurna. Begitu bangga aku bisa punya Mama sepertinya.
            Aku bertekad menghabiskan waktu malamku bersamanya. Karena ini adalah sweet seventeenku. Berbagai ajakan dari teman lelakiku, kutolak dengan lembut. Meskipun hanya bergeletak bersama di depan TV, itu rasanya sudah cukup. Tak ada yang dapat melebihi daripada itu.
Tanpa sepengetahuanku, Mama menciumiku dengan lembut.
“Ini kado Mama ya….” Ucapnya tersenyum mengelus untaian rambutku.
“Terima kasih Ma, aku mencintaimu.” Balasku seketika.
Menetes perlahan air mataku. Namun, ku tutupi dengan memiringkan tubuhku. Ingin rasanya aku menghentikan waktu saat itu untuk berputar. Agar aku tetap bersama Mama selalu. Tapi sayang waktu tak bisa kuhentikan. Allah sudah punya rencana lain dibalik keinginanku untuk selalu bersama Mama.
Tak sengaja kubuka album keluarga. Hari ini adalah hari ke-49 almarhum Mama. Tergelincir perasaan iri terhadap orang yang masih memiliki Mama. Kulihat senyum Mama, menetes butir salju dipipi seketika.
“Happy b’dhay Ma… hanya doa yang bisa kuberi.I love U.”

Tinggalkan komentar